Telur Bikin Bisulan? Mengungkap Fakta Sebenarnya!
Pembahasan lama terkait telur bikin bisulan kembali viral. Hal ini disebabkan pernyataan Kepala BGN Sudaryono yang menyebutkan bahwa beliau saat kecil kebanyakan makan telur sampai bisulan dimana-mana. Statement Kepala BGN saat pelantikannya di Istana Negara tersebut mendadak menjadi sorotan karena kembali menyebarkan pemahaman yang salah terkait produk pangan.
Penyebab Bisul Bukan Telur
Banyak respon datang dari berbagai kalangan terkait pernyataan Kepala BGN yang viral tersebut. Sejumlah ahli gizi dan dokter menegaskan bahwa bisul bukan disebabkan oleh telur.
Bisul umumnya muncul akibat infeksi pada kulit akibat adanya bakteri, luka, ataupun keadaan kulit kurang bersih.
“Telur itu adalah protein hewani terbaik bagi anak-anak” ungkap Dr Devie pada videonya. Dr. Devie menegaskan kalau pernyataan yang salah seperti ini kadang menjadi sumber kecemasan masyarakat. Padahal faktanya, telur merupakan protein hewan yang paling baik bagi tumbuh kembang anak-anak.
Dr. Ayman Alatas juga bersuara terkait hal ini, “pada beberapa orang memang ada yang alergi telur sehingga jadi gatal. Saat gatal digaruk jadi infeksi. Infeksi inilah yang bikin bisulan, bukan telurnya”
Mengutip utas dari ahli gizi @rizalnutritionist menjelaskan bahwa telur bagus untu kesehatan tubuh. “Bisul sebenarnya dari infeksi bakteri bukan karena telur”. Pada utasnya yang lain, beliau juga mengungkapkan bahwa satu butir telur tiap harinya mampu meningkatkan fungsi kognitif otak.
Baca Juga: Apakah Telur Retak Masih Aman di Konsumsi?
Telur Ayam Tetap Menjadi Sumber Protein Bergizi
Isu telur bikin bisulan yang kembali viral setelah pernyataan Kepala BGN Sudaryono menjadi pengingat bahwa edukasi gizi masih perlu terus dilakukan. Pernyataan yang dikaitkan dengan pengalaman masa kecil tersebut memicu diskusi publik. Namun penjelasan dari sisi medis menunjukkan bahwa bisul bukan disebabkan oleh telur ayam, melainkan oleh infeksi bakteri pada kulit.
Telur ayam tetap merupakan sumber protein hewani yang bergizi, praktis, dan terjangkau. Selama dikonsumsi secara wajar dan diolah dengan cara yang higienis, telur dapat menjadi bagian dari menu sehat keluarga Indonesia.
(tabita-marcomm)