telur pecah saat distribusi

Manajemen Logistik Agrosari: Minimalkan Egg Breakable Rate Saat Distribusi

  • Agrosari Farm

Kualitas sebuah telur tidak hanya bergantung pada proses produksi di farm. Faktor penting yang menentukan telur aman sampai tangan konsumen adalah proses distribusi. Di sepanjang perjalanan distribusi ada satu permasalahan yang menjadi perhatian serius yaitu egg breakable rate atau tingkat telur pecah.

Mengapa Egg Breakable Rate jadi Masalah?

Mengutip dari Engormix menegaskan bahwa semua telur akan pecah jika prosedur penanganannya terlalu kasar. Sebab itulah, produsen telur segar perlu mencari cara penanganan yang lebih aman untuk meminimalkan telur pecah saat distribusi. 

Egg breakable rate sendiri merupakan persentase telur pecah atau retak selama proses distribusi baik dari farm, penyimpanan, hingga ke customer. Angka ini jadi masalah besar karena memiliki dampak finansial langsung baik bagi produsen mapupun distributor. Selain itu, permasalahan juga menyangkut keamanan pangan. Telur retak tentunya jauh lebuh rentan kontaminasi bakteri karena cangkang pelindung sudah rusak.

 

Baca Juga: 4 Ciri Supplier Berkualitas untuk Kebutuhan Bisnis Anda

 

Cara Agrosari Farm Menekan Egg Breakable Rate

Agrosari Farm memahami bahwa distribusi telur membutuhkan sistem logistik yang terkontrol. Untuk meminimalkan egg breakable rate, penanganan telur dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sejak awal proses. Telur yang telah diproduksi akan melalui tahap sortir untuk memastikan hanya telur dengan kondisi fisik baik yang masuk ke jalur distribusi. 

Proses kontrol kualitas merupakan langkah penting dalam menjaga mutu telur sebelum didistribusikan. Pada tahap ini, telur diperiksa berdasarkan kualitas cangkang, kebersihan, ukuran, dan kesesuaian produk. Telur yang tidak memenuhi standar dipisahkan agar tidak dikirimkan kepada konsumen. Selain itu, pemilihan kemasan, penataan telur, serta operasi bongkar muat harus dilakukan dengan hati-hati. Telur tidak boleh ditumpuk terlalu tinggi, dikemas terlalu rapat, atau diletakkan di samping barang-barang berat untuk mengurangi risiko kerusakan selama pengiriman.

(tabita-marcomm)