Telur Ayam sebagai Solusi Protein Terjangkau Bantu Cegah Stunting
Mengutip artikel Kemenkes, menyatakan 1 dari 5 anak Indonesia menderita stunting (Maulidina, 2024). Hal ini menandakan hampir 4,5 juta anak tumbuh dengan tubuh dan otak yang tidak berkembang sesuai potensinya. Penyebab utama masalah ini adalah kekurangan gizi di masa penting tumbuh kembang anak.
Stunting: Masalah Lama yang Belum Selesai
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting nasional untuk pertama kalinya turun di bawah 20 persen, tepatnya 19,8 persen. Angka ini sudah menurun jauh dari 21,5 persen di tahun 2023. Sebanyak 337.000 balita berhasil diselamatkan dari risiko stunting dalam satu tahun.
Namun kerja pemerintah belum usai karena target di tahun 2029 di angka 14,2 persen. Masih ada 5,6 persen yang harus dipangkas dalam tiga tahun ke depan. Dan dari sekitar 4,4 juta balita yang masih mengalami stunting, setengahnya terkonsentrasi di enam provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, NTT, dan Banten.
Protein Harian Tidak Terpenuhi
Stunting di Indonesia berkaitan erat dengan pemenuhan gizi, termasuk kecukupan protein hewani. Pola makan yang masih didominasi sumber karbohidrat, terutama di sejumlah wilayah, dapat membuat asupan protein hewani belum optimal.
Padahal, protein menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan, perkembangan otak, dan fungsi sistem imun anak. Kekurangan gizi dalam jangka panjang mampu mempengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak.
Baca Juga: Mengungkap Protein Telur Lebih Banyk di Putih atau Kuningnya?
Mengapa Telur Ayam Menjadi Jawaban?
Di antara semua sumber protein hewani yang tersedia, telur ayam menempati posisi yang nyaris tidak tertandingi dari sisi kandungan protein. Satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi dengan semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Tak hanya itu, sebutir telur ayam juga mengandung vitamin D, vitamin B12, kolin, dan zat besi sebagai bonus.
Mengutip Halodoc, telur juga memiliki biological value yang mendekati 100. Ini artinya hampir semua protein yang terkandung di dalamnya bisa diserap dan digunakan langsung oleh tubuh. Tidak ada sumber protein alami lain yang bisa menandingi angka ini.
Pencegahan stunting membutuhkan pemenuhan gizi yang seimbang dan berkelanjutan, terutama pada masa pertumbuhan anak. Telur ayam dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein hewani yang praktis dan relatif terjangkau untuk melengkapi kebutuhan gizi harian keluarga.
(tabita-marcomm)