Siklus Produksi Ayam Petelur: Tahapan dari DOC Hingga Masa Afkir
Memahami siklus produksi ayam petelur merupakan hal utama untuk mengoptimalkan metode pemeliharaan. Setiap ekor ayam petelur mengalami perjalanan panjang yang dimulai dari DOC (day old chick) atau anak ayam umur sehari hingga menjadi ayam yang produktif bertelur.
Apa Itu Siklus Produksi?
Dikutip dari buku Beternak Ayam Petelur menjelaskan bahwa ada dua jenis ayam yaitu ayam pedaging dan ayam petelur (layer). Ayam petelur sendiri juga terbagi dari ayam petelur putih dan ayam petelur coklat yang masing-masing melalui tahapan siklus produksi hingga mampu menghasilkan banyak telur.
Siklus pemeliharaan ayam petelur hingga mampu menghasilkan telur berlangsung sekitar 72-96 minggu lamanya. Adapun selama waktu tersebut ayam akan melalui beragam fase mulai dari DOC hingga akhirnya afkir. Memahami siklus produksi ayam petelur secara menyeluruh penting karena setiap fase memiliki cara penanganan dan kebutuhan masing-masing.
Macam Fase Ayam Petelur
Tahapan hidup ayam petelur terbagi menjadi lima fase sebagai berikut.
Day Old Chick (DOC)
Saat anak ayam pertama kali menetas mereka memasuki fase day old chick (DOC). Fase ini berlangsung cukup singkat yatu saat anak ayam berumur 0 hingga 1 hari. Namun, fase DOC menjadi krusial karena sangat menentukan keberhasilan produksi ke depan. Disinilah Agrosari memilih anak ayam dengan bobot ideal, gerakan lincah, mata cerah, dan bebas dari cacat fisik.
Fase Starter
Tahap selanjutnya berlangsung sejak DOC menetas hingga usia sekitar 6 minggu. Pemeliharaan pada fase starter sangat diperhatikan karena anak ayam masih lemah sehingga rentan terhadap penyakit. Agrosari Farm melakukan pemeliharaan dengan kandang otomatis yang mampu menjaga keseimbangan suhu serta memastikan anak ayam terbebas dari penyakit
Fase Grower
Ketika ayam berhasil melewati fase starter, mereka akan terus bertumbuh hingga siap berproduksi pada usia sekitar 18 minggu. Fokus pemeliharaan pada fase ini adalah membentuk kesehatan ayam melalui formulasi pakan yang mendukung pertumbuhan.
Fase Produksi
Fase inilah yang dinantikan dimana ayam mulai bertelur pada usia sekitar 18-20 minggu dan produksinya akan terus meningkat hingga mencapai peak production pada usia 25-30 minggu. Pemeliharaan pada fase ini mengutamakan kebutuhan kalsium dan protein untuk menjaga kualitas cangkang telur agar tidak mudah pecah.
Fase Afkir
Semakin tua umur ayam maka produksinya juga menurun. Ayam yang memasuki usia 70-96 minggu biasanya menghasilkan telur lebih sedikit ataupun kualitas telur sudah kurang baik. Pada titik inilah biasanya memutuskan untuk melakukan afkir, yaitu mengeluarkan ayam dari siklus produksi.
Baca Juga: Kenali Bakteri Pada Telur Yang Bikin Sakit Perut
Penanganan Ayam Afkir
Penentuan ayam afkir biasanya berdasarkan pada kombinasi dua faktor yaitu usia ayam dan tingkat produksi telur hariannya. Adapun cirinya antara lain memiliki produktivitas telur menurun drastis berkisar 2-3 butir per minggu, nafsu makan menurun, fisik terlihat lemah dan tidak aktif, jengger menjadi pucat, serta mengalami kerontokan bulu.
Meskipun sudah tidak produktif, ayam afkir tetap memiliki nilai ekonomis selama dalam kondisi sehat. Daging ayam afkir tetap bisa dikonsumsi sehingga biasanya akan dijual sebagai ayam konsumsi. Hal ini juga menjadi bagian dari efisiensi dalam industri ayam petelur karena masih memberikan nilai guna dan tidak menjadi limbah.
(tabita-marcomm)