Mengapa Kemasan Berkelanjutan Menjadi Kebutuhan?
Kemasan memiliki peran penting dalam industri telur ayam. Sebuah kemasan memastikan kemanan produk selama proses penyimpanan dan distribusi. Apalagi mengingat telur merupakan produk rentan pecah sehingga memerlukan penanganan ekstra. Disisi lain, isu lingkungan terus berkembang. Kemasan tidak hanya dinilai dari fungsi perlindungannya saja, tetapi juga dampaknya terhadap sampah di muka bumi.
Darurat Sampah Plastik Indonesia
Masalah lingkungan terutama yang disebabkan oleh sampah masih belum terkelola dengan baik. Seperti pernyataan Hanif, Menteri Lingkungan Hidup, yang menjelaskan bahwa pengelolaan sampah baru mencapai 24% dari target 51,61%. Hal ini menjadikan permasalahan lingkungan di Indonesia akan semakin parah akibat adanya timbulan 143.824 ton sampah per hari dan belum terkelola.
Pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang belum baik dapat mencemari tanah, sungai, laut, bahkan terpecah menjadi mikroplastik yang berpotensi masuk ke rantai pangan. Sedangkan di sisi lain, ada banyak industri yang sebagian prosesnya masih bergantung pada penggunaan plastik sulit terurai.
Tren Sustainable Living
Pada 2025, tren sustainable living telah bergeser dari tren minoritas menjadi arus utama yang membentuk perilaku konsumen secara nyata di seluruh Indonesia. Sustainable living di Indonesia diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti pengurangan plastik sekali pakai, preferensi konsumen tentang produk berkelanjutan, bahkan adanya kebijakan restoran dan kafe hijau.
Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan harga produk. Mereka semakin memperhatikan jejak lingkungan dari setiap produk yang dibeli termasuk bagaimana produk tersebut dikemas. Brand yang mampu mengomunikasikan komitmen lingkungannya secara autentik memiliki potensi premium pricing dan loyalitas konsumen yang lebih tinggi.
Baca Juga: Berapa Lama Telur Bertahan Tanpa Kulkas? Simak Penjelasannya!
Respon Dunia Terhadap Krisis Lingkungan
Di tengah krisis lingkungan, banyak industri mulai menerapkan praktik-praktik yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh industri telur adalah penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Seperti Agrosari Farm, melalui brand Sunny Choice, yang berkomitmen dalam campaign #EggCoFriendly. Melalui campaign ini, Sunny Choice berhasil menanam 133 pohon, melampaui target awal sebanyak 60 pohon. Selain itu, Sunny Choice juga mengolah limbah cangkang telur menjadi 100 buah EggCoaster. EggCoaster dari limbah cangkang telur dibagikan kepada pelanggan yang membeli paket PACAR sebagai bentuk apresiasi sekaligus ajakan untuk bersama-sama mendukung praktik yang lebih ramah lingkungan.
Sebelumnya, kemasan plastik banyak digunakan karena dianggap kuat, ringan, dan praktis. Namun, seiring meningkatnya perhatian terhadap sampah plastik, industri telur ayam perlu mencari alternatif yang tetap mampu melindungi telur tetapi memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.
Penggunaan kemasan ramah lingkungan dapat menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mementingkan kualitas produk, tetapi juga proses serta dampak yang ditinggalkan setelah produk dikonsumsi. Dalam industri telur ayam, kemasan memiliki peran penting karena digunakan dalam proses distribusi dan penjualan. Karena itu, kemasan berkelanjutan menjadi solusi bagi industri untuk tetap melindungi produk dengan baik tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan.
(tabita-marcomm)