distribusi telur ayam

Kapan Sebaiknya Telur Berhenti Didistribusikan?

  • Agrosari Farm

Di tengah kondisi Indonesia yang sedang mengalami over produksi telur. Pernahkah terpikir bahwa sebutir telur juga memiliki batas waktu? Bukan sekadar “masih layak makan”, tetapi juga soal kapan sebuah telur seharusnya berhenti didistribusikan untuk kemanan konsumen. Sebagai produsen telur, Agrosari Farm memahami bahwa distribusi telur tidak hanya berbicara tentang ketersediaan stok .

 

Telur Memiliki “Masa Aktif”

Telur mempunya masa aktif atau shelf life seperti produk konsumsi pada umumnya. Masa aktif telur dapat dipahami saat telur berada dalam kondisi segar, dan aman. Dikutip dari Halodoc, masa simpan telur di suhu ruang berkisar 2 minggu. Meskipun terlindungi oleh cangkang, kualitas telur tetap dapat menurun seiring berjalannya waktu. Di dalam cangkang telur terdapat pori-pori kecil yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara dan penguapan air. Semakin lama telur disimpan, kondisi bagian dalamnya dapat berubah, mulai dari putih telur yang menjadi lebih encer, kuning telur yang lebih mudah pecah, hingga rongga udara yang semakin membesar. 

 

Tanda Telur Tidak Fresh

Telur bisa kadaluarsa akibat proses alami. Penurunan kualitas dan kesegaran menyebabkan telur tidak layak diedarkan. Apabila telur yang tidak fresh beredar maka memperbesar risiko keracunan makanan bahkan kesehatan konsumen. Berikut ciri telur tidak fresh.

  • Muncul bau tidak sedap saat cangkang dipecah
  • Cangkang kusam, berlendir, retak halus
  • Mengambang saat di tes apung
  • Putih telur encer berlebihan dan kuning telur mudah pecah

 

Baca Juga: Isu Telur Palsu Bikin Resah, Kenali Perbedaannya!

 

Alasan Telur Tidak Fresh Tidak Boleh Edar

Bagi produsen telur, menghentikan distribusi telur yang sudah tidak memenuhi standar bukanlah kerugian, melainkan bentuk tanggung jawab. Telur yang sampai ke konsumen harus tetap aman, layak konsumsi, dan memiliki kualitas yang sesuai. 

Telur yang sudah melewati masa simpan tapi tetap diedarkan bisa memicu keracunan makanan massal terutama dari bakteri Salmonella. Hal ini juga melanggar regulasi kemanan pangan BPOM yang mewajibkan pelaku usaha menjaga mutu produk yang beredar. Simpelnya, telur sebaiknya berhenti diedarkan begitu kondisinya tidak layak dan produsen tidak mampu mempertanggungjawabkan kualitasnya. Sebab itu, memilih produsen telur terpercaya seperti Agrosari Farm menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan produk pangan yang Anda terima.

(tabita-marcomm)